Tag: AirAsia

  • AirAsia Memasuki Pasar Ride-hailing di Bangkok

    Jakarta | AirAsia meluncurkan layanan ride-hailing di Bangkok, mengincar sebagian pasar yang berkembang di kawasan itu saat pariwisata dibuka kembali.

    Menurut pernyataan resmi perusahaan, AirAsia Ride secara resmi mulai beroperasi hari ini (31/05/2022), dengan 3.000 pengemudi yang terdaftar dan berencana merekrut lebih banyak.

    Perusahaan maskapai itu juga bertujuan memperluas ke destinasi tempat wisata, seperti Phuket dan Chiang Mai, untuk menangkap permintaan dari wisatawan internasional.

    AirAsia mengandalkan rebound dalam perjalanan musim panas ini untuk mendorong apa yang disebut super app atau aplikasi super yang menawarkan serangkaian layanan sesuai permintaan, mulai dari panggilan mobil hingga pemesanan penerbangan.

    Dalam hal ini, AirAsia harus bersaing ketat dengan Grab Holdings Ltd dan Bolt Technology OU Estonia.

    “Tidak mudah bagi AirAsia untuk menembus pasar ride-hailing karena perlu mengeluarkan banyak uang untuk merekrut pengemudi,” kata analis Intelijen Bloomberg Nathan Naidu yang dilansir dari Bloomberg.

    Selain itu, menurut Naidu, orang Asia Tenggara juga belum setia pada platform mereka, yang berarti mereka dapat dibujuk untuk beralih dengan insentif seperti kupon dan promosi.

    Seperti diketahui, pemerintah Thailand akan mengizinkan bar, pub dan klub karaoke untuk dibuka kembali di beberapa daerah mulai Rabu (01/06/2022), mengakhiri penutupan lebih dari setahun akibat pandemi.[]

  • Thai AirAsia X Ajukan Perlindungan Kebangkrutan

    Jakarta | Thai AirAsia X mengajukan perlindungan kebangkrutan, setelah menjalani lebih dari dua tahun tanpa penerbangan penumpang. Pengajuan itu pun telah diterima oleh pengadilan pada pekan ini.

    Maskapai bersikeras semua kursi yang dipesan sebelumnya akan tetap berlaku, termasuk rute internasional ke Jepang dan Korea Selatan mulai Juni.

    Thai AirAsia X adalah maskapai berbiaya rendah jarak jauh di bawah grup AirAsia. Mereka menjadi maskapai ketiga di Thailand yang mengajukan kebangkrutan, setelah Thai Airways dan Nok Air, selama pandemi Covid-19.

    “Rencana rehabilitasi yang disetujui oleh pengadilan pada tahap berikutnya akan menjadi solusi yang layak untuk mempertahankan bisnis dalam jangka panjang,” kata Direktur Thai AirAsia X Tassapon Bijleveld seperti dikutip dari Bangkok Post.

    Setelah banyak negara membuka perbatasan dan melonggarkan pembatasan perjalanan, Thai AirAsia X pun optimistis mampu mengimplementasikan rencana bisnis, khususnya ekspansi penerbangan.

    Sebelum pandemi, Thai AirAsia X memiliki 12 pesawat berbadan lebar, yang terpaksa dikurangi menjadi delapan unit, demi mengurangi biaya operasional.

    Tassapon mengatakan, lebih dari 1.000 karyawan tidak akan terpengaruh segera lantaran perusahaan harus menunggu dan melihat bagaimana rencana rehabilitasi berkembang di tahap selanjutnya.

    Jika proses restrukturisasi mengharuskan maskapai untuk memotong biaya tersebut, maka pihaknya harus mengikuti perintah.

    “Kami berharap proses rehabilitasi akan selesai dalam waktu 8-12 bulan dan berdampak minimal selama masa transisi. Selama ini, semua ekspansi penerbangan tetap sama seperti yang diumumkan,” katanya.[]

  • Alasan AirAsia Group Ganti Nama Jadi Capital A Bhd

    peloporberita.com/ | AirAsia Group Bhd mengganti nama jadi Capital A Bhd, seiring dengan ekspansinya di luar bisnis inti maskapai.

    Capital A sudah banyak berinvestasi dalam cabang logistik Teleport, bisnis pembayaran BigPay, dan Super App selulernya, meski mereka masih dalam tahap pertumbuhan dan merugi pada kuartal yang berakhir 30 September 2021.

    “Selama dua tahun terakhir, kami telah menghabiskan penurunan dalam penerbangan membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang layak dan sukses, yang tidak hanya bergantung pada tiket pesawat saja,” ujar Chief Executive Capital A Tony Fernandes dalam pernyataan resmi, dikutip dari Reuters.

    Seperti diketahui, pandemi telah memukul bisnis penerbangan akibat aturan perjalanan yang ketat di Asia.

    Bulan ini, bursa saham Malaysia pun mengklasifikasikan perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang tertekan secara finansial, meski sudah mengumpulkan dana untuk meningkatkan neracanya.

    Meski demikian, Fernandes mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mempertahankan brand AirAsia yang sudah terkenal di Asia. Hingga kini, perusahaan tersebut telah memiliki lima maskapai afiliasi, termasuk operator jarak jauh AirAsia X.

    Kelompok usaha tersebut juga berusaha mengumpulkan sekitar 1 miliar ringgit pada tahun ini, sebagai upaya untuk mengatasi masalah mengatur keuangannya. []

  • Tony Fernandes Yakin Penerbangan Internasional Tetap Tinggi Meski Ada Omicron

    peloporberita.com/ | Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Tony Fernandes yakin perjalanan internasional akan tetap tinggi, meskipun pertumbuhannya diperlambat oleh penyebaran Covid-19 varian Omicron.

    Bahkan, ia optimistis bisnis perjalanan mulai memasuki masa kebangkitannya pada saat ini, terlihat dari pemulihan bisnis perjalanan yang semakin nyata.

    Fernandes mengatakan hal itu dalam wawancaranya dengan program CNBC Squawk Box Asia, awal pekan ini. Ia juga memprediksi, perjalanan internasional akan kembali ke level pra-Covid sekitar enam bulan setelah perbatasan kembali dibuka, yang diharapkan mulai dibuka pada Maret nanti.

    Seperti diketahui, kemunculan varian Omicron pada akhir 2021, telah membuat sejumlah negara, termasuk Thailand dan India, menerapkan kembali pembatasan kedatangan. Padahal beberapa waktu sebelumnya sudah mulai berlaku perjalanan bebas karantina di Asia.

    Selain menyoroti bisnis perjalanan, Fernandes juga sempat membahas tentang bisnis ride-hailing perusahaannya yang disebut berjalan sangat baik. Bahkan, AirAsia Ride dinilai jauh melampaui harapannya sejak diluncurkan pada Agustus 2021.

    Menurut Fernandes, muncul terlambat di pasar ride-hailing justru memberikan keuntungan sendiri bagi AirAsia Ride, seperti dikutip CNBC. Perusahaan tersebut kini tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk penelitian, pengembangan atau teknologi, lantaran bisa mengamati pesaingnya yang sudah ada.

    AirAsia menggandeng Gojek untuk beroperasi di Thailand. []

    Baca juga: Gojek Gandeng AirAsia Digital di Thailand, Tony Fernandes Antusias

  • AirAsia Indonesia Hentikan Penerbangan Sampai 6 September

    peloporberita.com/ | Jakarta – AirAsia Indonesia, memperpanjang penghentian layanan penerbangan terjadwalnya sampai 6 September 2021. Sebelumnya maskapai ini mengumumkan bahwa mereka tidak mengudara mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2021.

    “Seluruh penerbangan berjadwal AirAsia Indonesia tidak beroperasi sementara hingga 6 September 2021. AirAsia tetap berkomitmen untuk melayani penerbangan charter dan kargo untuk mendukung misi repatriasi, pengiriman barang dan kepentingan esensial lainnya dengan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat,” sebut Air Asia berdasarkan keterangan AirAsia, Kamis (5/8/2021).

    Perpanjangan ini, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19 selama perpanjangan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

    “Tamu juga dapat memilih untuk mengajukan pengembalian dana. Pengubahan dan pengajuan ini dapat dilakukan melalui AVA di airasia.com atau support.airasia.com.”

    Bagi penumpang yang ingin mengubah penerbangannya selama periode ini dapat mengubah pembeliannya menjadi akun kredit yang berlaku hingga 730 hari (2 tahun) untuk pembelian tiket berikutnya atau dapat mengubah jadwal penerbangan ke tanggal lainnya sampai dengan 31 Oktober 2021.

    “Itu dapat dilakukan tidak terbatas dan tanpa biaya tambahan. Tamu juga dapat memilih untuk mengajukan pengembalian dana. Pengubahan dan pengajuan ini dapat dilakukan melalui AVA di airasia.com atau support.airasia.com,” lanjut keterangan itu.

    Untuk informasi lebih lanjut, penumpang bisa mengunjungi halaman Pertanyaan Umum (Frequently Asked Question) di sini atau hubungi tim Layanan Pelanggan kami yang tersedia setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB di support.airasia.com.

    “Seluruh tamu AirAsia diimbau untuk memantau dari waktu ke waktu informasi imbauan perjalanan AirAsia yang tersedia di aplikasi super airasia,airasia.com dan sosial media airasia,” tulis AirAsia di keterangan tersebut.

  • Gojek Gandeng AirAsia Digital di Thailand, Tony Fernandes Antusias

    peloporberita.com/ | Jakarta – Perusahaan on-demand, Gojek, memperkuat bisnisnya di Asia Tenggara dengan menggandeng AirAsia Digital di Thailand dan menambah investasi di Vietnam dan Singapura. Gojek juga akan menjadikan pasar Vietnam dan Singapura sebagai pusat pertumbuhan bisnis internasional. 

    Di Singapura, Gojek merilis produk GoTaxi, yang memungkinkan konsumen memesan taksi melalui aplikasi. Sedangkan di Vietnam, Gojek akan meluncurkan layanan transportasi roda empat, untuk melengkapi layanan roda dua, logistik, dan pesan antar makanan yang sudah tersedia.

    Untuk memperkuat pasar Thailand, Gojek menggandeng AirAsia Digital Super App, platform digital milik maskapai AirAsia. Nantinya, mereka akan mengambil alih operasional Gojek Thailand dan Gojek akan mendapatkan saham AirAsia Digital. Dengan kepemilikan saham itu, Gojek tetap menjadi pemangku kepentingan dalam keberhasilan bisnis di Thailand.

    “AirAsia Digital akan menjadi mitra yang sangat berharga bagi kami. Pasalnya, kedua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yakni memberikan layanan terbaik kepada pelanggan sembari meningkatkan kesejahteraan mitra driver dan merchant,” kata CEO Gojek Kevin Aluwi dalam siaran pers Rabu (7/7/2021), seperti dikutip dari Kompas. 

    Kevin memastikan bahwa seluruh karyawan Gojek di Thailand akan terus bekerja sama dengan AirAsia di masa transisi. 

    CEO AirAsia Group Tony Fernandes juga antusias terhadap kesepakatan kerja sama dengan Gojek. “Pengumuman ini merupakan awal dari kemitraan strategis jangka panjang yang luar biasa dengan Gojek dan akan menggebrak industri (layanan on-demand),” kata Tony Fernandes. []