Tag: Air Minum

  • Kata Kemenkes Soal Manfaat Sering Minum Air Putih

    Jakarta – Sering minum air putih, ternyata banyak manfaatnya. Kementerian Kesehatan pada Kamis, (24/03/2022) melalui Twitter centang birunya menyampaikan, selain tubuh terhidrasi dengan baik, banyak minum air putih bisa menurunkan kalori serta menjaga kulitmu tetap shining, shimmering, splendid. Berikut manfaat mengkonsumsi air putih secara rutin yang bisa kamu dapatkan.

    1. Membantu menjaga cairan tubuh dan mencegah dehidrasi
    2. Memelihara fungsi ginjal dan memperlancar pencernaan
    3. Meningkatkan metabolisme tubuh
    4. Membantu menjaga berat badan
    5. Merawat kulit dari penuaan dini

    Untuk mendapatkan segudang manfaat yang telah disebutkan tadi, pastikan kebutuhan cairan dalam tubuhmu terpenuh. Kemenkes menjelaskan, tubuh manusia mengandung air sekitar 2/3 atau sekitar 60-70% dari berat tubuh. Sehingga bila kurang minum air putih, bisa membuat tubuh dehidrasi yang berdampak buruk bagi kesehatan.

    Namun kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda. Pada orang dewasa konsumsi air putih sebanyak 8 gelas berukuran 230 ml perhari atau total 2 liter. Selain minuman, makanan juga dapat memberikan kita asupan cairan sebesar 20%.

    Berikut beberapa cara yg bisa kamu lakukan supaya bisa memenuhi kebutuhan air harian.

    1. Cobalah untuk membiasakan minum air putih setiap waktu makan atau saat mengonsumsi camilan
    2. Sediakan gelas/botol berisi air minum di meja/tas yang kamu bawa saat aktivitas setiap hari
    3. Kamu bisa menambahkan rasa pada air putih agar terasa lebih enak. Salah satunya dengan menambahkan irisan buah-buahan seperti pada minuman infused water. []

  • Pemerintah Targetkan 2020-2024 Masyarakat Bisa Akses Air Minum Layak 100%

    Jakarta – Pemerintah Indonesia menargetkan 100% akses air minum layak dan 15% akses air minum aman di Tahun 2020-2024. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu. Menurutnya, hal ini untuk menjamin semua masyarakat mempunyai akses terhadap air minum yang layak dan aman.

    dr. Maxi menjelaskan, saat ini keberadaan mata air dan air tanah terus berkurang. Pemakaian air tanah, juga sudah harus mulai dibatasi atau bahkan dihentikan sehubungan dengan masalah penurunan muka tanah.

    Namun, permasalahan air tidak hanya dari sisi kuantitas tapi juga dari sisi kualitas air yang banyak diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Salah satunya, berkaitan dengan layanan akses sanitasi yang belum layak dan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

    “Hal ini perlu menjadi perhatian kita agar semua aspek pembangunan khususnya penyediaan layanan dasar dan perilaku higiene sanitasi perlu kita pastikan keberlanjutannya untuk budaya hidup bersih dan sehat,” tuturnya pada Webinar Hari Air Sedunia tahun 2022 di Jakarta, Selasa (22/03/2022).

    Berdasarkan Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Tahun 2020, akses kualitas air minum aman sebesar 11,9%, dan 40,8% masyarakat yang menggunakan sarana air minum bersumber dari air tanah (selain sarana air minum perpipaan dan depot air minum). Kemudian 14,8% rumah tangga di Indonesia, menggunakan sumur gali untuk keperluan minum dengan tingkat risiko cemaran tinggi dan amat tinggi.

    “Sebagian besar hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa kualitas air yang buruk mencakup sumber air minum unimproved berkaitan dengan peningkatan stunting pada balita. Hal ini terjadi karena air mengandung mikroorganisme patogen dan bahan kimia lainnya yang menyebabkan anak mengalami penyakit diare yang menyebabkan EED (environmental enteric dysfunction),” ungkap dr. Maxi.

    Sementara tindaklanjut pelaksanaan SKAMRT adalah dilakukan survailans kualitas air minum rumah tangga pada 34 provinsi di 34 kabupaten/kota. Tujuannya untuk menilai secara keberlanjutan dari upaya minimalisasi kejadian penyakit berbasis lingkungan. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air tanah dan menjaga kualitasnya dengan menghentikan praktik BABS terbuka dan terselubung.

    “Jaga dan sediakan akses air minum yang berkualitas sampai dengan point of use baik di rumah tangga maupun seluruh sasaran Tempat Fasilitas Umum, Tempat Kerja, Tempat Pariwisata serta lokasi strategis lainnya,” tegas dr. Maxi.

    Peringatan Hari Air Sedunia tahun 2022 diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan bertema Groundwater–Make The Invisible Visible dengan mengangkat sub tema “Menjaga Kualitas Air Minum Aman Yang Berkelanjutan”. Momentum penting ini bertujuan untuk mengingatkan dan mengangkat kepedulian dalam menjaga dan menyediakan akses air yang berkualitas.

    Lebih lanjut dr. Maxi mengajak seluruh komponen pemuda dan masyarakat bergerak untuk berkontribusi dalam memastikan kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan air minum yang akan dikonsumsi untuk memastikan air minum aman.

    “Mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mendorong penyediaan air yang aman melalui peningkatan pengawasan, memastikan penerapan manajemen risiko setiap proses penyediaan air minum serta peningkatan edukasi bagi masyarakat untuk memastikan kualitas air minum yang aman sebelum didistribukan dan konsumsi,” ujarnya. []