Tag: Ahmad Umar

  • PPM-PIN UIN Raden Mas Said dan BPJPH Review Buku Saku Halal

    peloporberita.com/ |Jakarta – Pusat Pengkajian Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM-PIN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementrian Agama RI dalam penerbitan buku saku literasi halal.

    Buku yang sudah selesai disusun oleh tim penulis dari PPM-PIN ini direview oleh tim ahli untuk perbaikan sebelum diterbitkan. Penerbitan buku ini, juga didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).

    Review buku saku literasi halal ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya adalah Dr. H. Ahmad Umar, M.A, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementrian Agama RI.

    Ahmad Umar
    Dr. H. Ahmad Umar, M.A, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementrian Agama RI. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Selain itu, juga Khatibul Umam selaku Koordinator Bidang Bina Auditor Halal dan Pelaku Usaha, Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, SF. Selanjutnya ada Lutfianka Sanjaya sebagai ilustrator buku saku literasi halal serta semua tim penyusun buku untuk mendengarkan paparan masukan, kritik dan saran untuk perbaikan buku.

    Direktur PPM-PIN Abd Halim, menyampaikan bahwa literasi halal adalah kebutuhan masyarakat Indonesia yang notebene merupakan masyarakat berpenduduk muslim terbesar di dunia. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan.

    Menurutnya, review buku saku halal ini penting dilakukan untuk mematangkan konsep literasi halal dan beberapa program sosialisasi yang akan dijalankan atas kerjasama PPM-PIN, BPJPH dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam beberapa bulan ke depan. Pihaknya pun siap untuk merevisi dan mendengarkan arahan dari para pemateri serta menjalankan program tersebut dengan sebaik-baiknya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH, Ahmad Umar menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja PPM-PIN yang sudah menyelesaikan buku saku halal.

    Ahmad Umar
    Dr Ahmad Umar MA, Bapak Madrasah Indonesia. (Foto: peloporberita.com/Gramedia)

    Ia menyampaikan bahwa pihak BPJPH membutuhkan partner untuk sama-sama menggalakkan literasi halal dengan tagline Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia. Selain itu, Umar mengatakan bahwa kebutuhan tentang literasi halal saat ini selain menjadi kebutuhan masyarakat muslim juga menjadi sorotan warga dunia.

    Umar berharap, buku saku literasi halal ini akan menjadi langkah dan gerakan awal untuk membangun bangsa yang sehat dan bermartabat serta mengangkat ekomoni umat.

    Ahmad Umar

    Sementara Koordinator Bidang Bina Auditor Halal dan Pelaku Usaha, Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, Khatibul Umam mereview buku literasi halal secara detail terkait topik yang diangkat, regulasi-regulasi terbaru yang perlu dicantumkan hingga soal teknis dan alur pendaftaran sertifikasi halal yang sekarang sudah bisa diakses dengan mudah oleh pelaku usaha UMKM.

    Menurutnya, secara substantif, buku yang disusun oleh tim penyusun dari PPM-PIN sudah bagus dan sesuai dengan apa yang dikehendaki pihak BPJPH. Hanya saja, buku tersebut seharusnya tidak hanya diterbitkan dalam bentuk buku tulis, namun juga diterbitkan dalam bentuk buku infografis agar mudah dipahami oleh semua kalangan.

    Kemudian, review buku ini dilanjutkan dengan diskusi tim inti PPM-PIN untuk mematangkan program literasi halal yang dipimpin oleh Nur Kafid, selaku Peneliti PPM-PIN UIN RMS. Ia menyampaikan bahwa persiapan program ini harus dicermati dengan detail terkait teknis pelaksanaan, keterjangkauan target dan sasaran program serta kebermanfaatannya untuk masyarakat luas. []

  • Mengenal Bapak Madrasah Indonesia, Ahmad Umar

    peloporberita.com/ | Jakarta – Dr Ahmad Umar MA diberi gelar sebagai Bapak Madrasah Indonesia atas Inovasi-inovasinya dalam melahirkan Madrasah rasa ‘baru’ yang lebih modern dan melek teknologi.

    Inovasi ini, dilahirkan Umar saat dirinya menjabat sebagai Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah di Kementerian Agama RI selama 4 tahun atau sebelum ia telah dilantik sebagai Direktur Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal.

    ”Kecintaan saya kepada madrasah bukan karena saya sebagai Direktur KSKK, tapi puncak kebahagiaan saya adalah ketika di situ saya bisa banyak berbuat untuk kemaslahatan, dari kurikulum kebijakan, kebijakan dalam kesiswaan, tatakelola madrasah, termasuk sarana dan prasarana madrasah saya kelola.”

    Sebagai pemimpin, ia dinilai telah mencapai apa yang dicita-citakannya, yakni membangun kemajuan Madrasah di seluruh tanah Indonesia. Oleh sebab itu, tepat bila ia diberi gelar bapak Madrasah Indonesia. Sebab, melihat Pak Umar, serasa menemukan madrasah Indonesia.

    Ahmad Umar, lahir di Grobogan, Jawa Tengah pada 9 Januari 1964. Ia mengenyam pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga menengahnya di madrasah, mulai dari MI Miftahul Islam Grobogan, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama di Demak, Jawa Tengah.

    Melihat Bapak Umar, Menemukan Madrasah Indonesia

    Bapak Umar, kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang pada tahun 1990. Lalu Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1993, dan Doktoral UIN Sunan Kalijaga di tahun 2009.

    ”Jadi kecintaan saya kepada madrasah bukan karena saya sebagai Direktur KSKK, tapi puncak kebahagiaan saya adalah ketika di situ saya bisa banyak berbuat untuk kemaslahatan, dari kurikulum kebijakan, kebijakan dalam kesiswaan, tatakelola madrasah, termasuk sarana dan prasarana madrasah saya kelola,” ungkapnya baru-baru ini.

    Lewat KSKK yang dipimpinnya dengan bermotto “Madrasah Hebat Bermartabat”, Pak Umar berupaya mewujudkan “Madrasah Berkelas Dunia” baik dari aspek pengelolaan maupun prestasi siswanya.

    Bapak Madrasah
    Buku Bapak Madrasah Indonesia: Testimoni Atas Kinerja Dr. H. A. Umar, M.A (2021). (Foto:pelopor.id/Gramedia)

    Percobaan yang dijajakan Umar dengan KSKK-nya direkam dalam buku Bapak Madrasah Indonesia: Testimoni Atas Kinerja Dr. H. A. Umar, M.A (2021).

    Dalam buku tersebut ia tuangkan, semua tawaran konsep dan program Sekolah Madrasah menghasilkan “wujud” baru. Potensi dilihat dari dalam, hingga akhirnya melahirkan generasi hebat bermartabat. Berkarakter Islami dan berjiwa NKRI.

    Di bawah arahan Bapak Umar, semua sekolah dan kepala sekolah di Indonesia dapat merasakan dampak baiknya. Ia pun menjadi sosok atau sang inovator, inspirator, dan motivator dari gerakan sekolah madrasah bermartabat berkelas dunia.

    Umar Sang inovator, lewat inovasi-inovasinya seperti Program Kompetisi Kesiswaan, Syiar Anak Negeri, MYRES, KSMO, Vlog Competition Madarasah, dan Akademi Madrasah Digital, memberikan gebrakan agar Madrasah terus beradaptasi terhadap kebiasaan baru pandemi Covid-19.

    Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik miskin berprestasi dan pembelajaran berbasis e-learning madrasah, sangat memberi kesan berarti. Sebab, saat beberapa lembaga pendidikan mencari formula pembelajaran di masa pandemi, madrasah justru telah siap lebih dulu dengan aplikasi e-learning madrasah yang sampai saat ini manfaatnya sangat terasa.

    Lewat kesederhanaan dan jiwa abdinya tak jemu mengajarkan atau menceritakan pengalaman dan gagasannya tiap melayat ke sekolah-sekolah madrasah di Indonesia. Dedikasinya tak henti menginspirasi untuk kemajuan madrasah.

    Dr H Ahmad Umar MA (SM/Surya Yuli P)

    Ia juga sangat berperan aktif dalam meningkatkan madrasah-madrasah di akar rumput. Arahan-arahan beliau, dinilai bagi banyak orang sebagai obat penyemangat dan motivasi untuk terus berjuang membangun madrasah agar anak didik tumbuh secara cerdas dan berakal budi.

    Tak hanya gagasan saja, sosok Bapak Umar merupakan sosok yang tangguh dan gigih untuk mendaratkan apa arti kelola dan menata sebuah lembaga madrasah. Baginya, gagasan dan paradigma pendidikan menjadi satu kesatuan tak terpisahkan.

    Ia menjadi poros strategi mentransfer ilmu pengetahuan, namun pengetahuan yang ditransfer itu harus menjadi unsur dalam pembentukan kepribadian siswa atau peserta didik dan masyarakat.

    Menurutnya, keilmuan madrasah bukan saja menyajikan produk ilmu pengetahuan, melainkan bagaimana ilmu pengetahuan dan akhlak itu diproduksi, baik lewat sikap kreatif, inovatif, kritis, dan kemampuan heuritis yang imajinatif.

    Dengan pendaratan kebijakan dan program di atas, terbuktilah beberapa sekolah madrasah memenangkan lomba nasional dan internasional dan mencetak generasi hebat bermartabat. Terima Kasih Pak Umar. []